Posts

PROSEDUR PENYIAPAN DAN PEMBUATAN PREPARAT BIOLOGI

PROSEDUR PENYIAPAN/PEMBUATAN PREPARAT BIOLOGI Preparat mikroskopis biologi adalah salah satu media pembelajaran biologi yang efektif untuk membantu pemahaman mahasiswa terhadap materi biologi. Preparat biologi merupakan satu media pembelajaran yang dapat disiapkan dan langsung diamati oleh mahasiswa. Pembuatan preparat biologi yang bersifat mikroskopis membutuhkan langkah-langkah pembuatan yang prosedural, sehingga dapat dihasilkan preparat yang berkualitas dan dapat diamati langsung di bawah mikroskop. Mengingat banyaknya metode pembuatan preparat dalam mikroteknik yang semakin berkembang, maka dalam bahasan kali ini hanya diberikan metode standar yang perlu diketahui sebagai dasar untuk pengembangan selanjutnya. Berikut akan dijelaskan prosedur penyiapan dan pembuatan preparat biologi. SEDIAAN APUS (SMEAR) Tujuan : Membuat sediaan olesan dari substansi berupa cairan. Bahan : Mencit Betina, Darah, ikan, katak, cicak, burung, dan tikus; Protozoa dalam kultur, protoz...

TEKNIK PEMBUATAN LARUTAN

  TEKNIK PEMBUATAN LARUTAN Pembuatan Larutan HCl 0,1 N sebanyak 100 ml Membuat larutan NaOH 0,1 M   1. Hitung dan ukur dengan cermat volume NaOH 0,2 M yang diperlukan untuk membuat   larutan NaOH 0,1 M 100 mL 2.  Masukkan larutan yang sudah Anda hitung volumenya ke dalam labu takar 100 mL dan tambahkan dulu sedikit aquades. 3.  Kocok larutan dalam labu takar lalu encerkan dengan aquades sampai batas leher labu takar 100 mL   Membuat larutan NaCl 1 M   a)   Hitung dengan cermat berapa massa NaCl yang harus dilarutkan dalam pembuatan larutan NaCl 1 M sebanyak 100 ml. b)  Timbang dengan teliti massa NaCl yang didapat dari perhitungan sebelumnya menggunakan neraca timbang. c)   Masukkan ke dalam beker gelas, dan tambahkan sedikit   akuades kira-kira 20 ml. d)   Aduk menggunakan pengaduk kaca terus sampai semua kristal NaCl larut sempurna. e)  Pindahkan larutan...

DENYUT NADI DAN TEKANAN DARAH METODE PALPASI – AUSKULTASI

  DENYUT NADI DAN TEKANAN DARAH METODE PALPASI – AUSKULTASI   A. TUJUAN: 1. Mengukur denyut nadi dan tekanan darah, agar dapat menentukan nilai denyut nadi dan tekanan darah dalam keadaan fisiologik. 2. Mengukur denyut nadi dan tekanan darah pada posisi duduk dan berbaring, agar dapat membedakan nilainya pada posisi yang berbeda. 3. Menguraikan berbagai faktor yang menyebabkan perbedaan denyut nadi dan tekanan darah, agar dapat menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi denyut nadi dan tekanan darah pada posisi yang berbeda   B. TEORI Untuk memahami faal sistem kardiovaskuler diperlukan lebih banyak waktu daripada hanya mempelajarinya dalam satu periode praktikum. Namun demikian adalah mungkin untuk mengamati beberapa fenomena sistem kardiovaskuler melalui suatu praktikum seperti mendengarkan bunyi jantung (boleh dicoba pada praktikum ini), menentukan denyut nadi, dan mengukur tekanan darah. Pada jantung sehat, kedua atrium berkontraksi secara simultan...

Program Keselamatan dan Keamanan Kerja di Laboratorium Perguruan Tinggi

  PROGRAM K3 DI LABORATORIUM PERGURUAN TINGGI Oleh: Muhsin PLP Laboratorium Biologi FKIP Universitas Mataram I.      PENDAHULUAN A.        Latar Belakang Keselamatan dan keamanan kerja (K3) di laboratorium memerlukan perhatian dan upaya yang terus menerus, sejalan dan melekat dengan pelaksanaan pekerjaan laboratorium sendiri baik di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Pengelolaan K3 laboratorium merupakan bagian yang melekat pada semua aktivitas laboratorium, untuk mencegah terjadinya kecelakaan, kesakitan, penderitaan, serta kerugian material dan finansial. Orang yang bekerja di laboratorium mempunyai risiko terpapar dengan bahaya yang terkait dengan laboratorium. Institusi perguruan tinggi mempunyai tanggung jawab khusus dalam menjalankan laboratorium. instruksionalnya, di mana para mahasiswa yang relatif tidak atau belum berpengalaman, harus diberi petunjuk tentang keamanan dalam menjala...